ANALISIS JUMLAH KEBUTUHAN TENAGA PEKARYA DENGAN WORK SAMPLING DI UNIT LAYANAN GIZI PELAYANAN KESEHATAN

M. Waseso Suharyono,Wiku B.B Adisasmito:
Analisis Jumlah Kebutuhan Tenaga Pekarya
72 l Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan,
Vol. 09, No. 2 Juni 2006
ABSTRACT
Backgrounds: The most important components in the hospital
services are human resources. Professional management is
needed to determine the type as well as the quality of the
human resources to assure the quality productive hospital
services. This study aimed at finding out of the optimal number
of support staff needed in The Nutritional Services Unit at St.
Carolus Health Services 2005
Methods: This was a time motion study with work sampling
method. Samples were all workers (13 people) in The Nutritional
Services Unit. Data were collected through observation of
worker activities in The Nutritional Services Unit in 7 consecutive
days (9-15 June 2005). The data were analyzed using Workload
Indicators of Staffing Need (WISN) method.
Results: The analysis showed that using productive time of
the activities time total in one working shift is 53,36% and
using productive time of working hours is 43,57%. 24,93% is
used for direct activities in morning working hours and 17,94%
is used for direct activities in afternoon working hours. It was
concluded that the productive use of the support was still
very low. Based on the use of the productive working hours,
eight people of support staff are needed, and based on the
WISN method, only seven people of support staff are needed.
Conclusions: The optimal number of support staff needed in
The Nutritional Services Unit at St. Carolus Health Services is
seven people. This means that there are an excessive number
of support staff i.e. six people.
Keywords: workload, work sampling
ABSTRAK
Latar Belakang: Sumber daya manusia merupakan salah satu
komponen penting dalam pelayanan rumah sakit. Manajemen
profesional sangat dibutuhkan untuk menentukan kualitas
sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan rumah
sakit yang berkualitas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui
jumlah optimal kebutuhan tenaga pekarya di Unit Layanan Gizi
Pelayanan Kesehatan Sint Carolus tahun 2005.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
menggunakan metode work sampling. Sampel penelitian adalah
seluruh pekerja (13 orang) di Unit Layanan Gizi Pelayanan
Kesehatan Sint Carolus. Pengumpulan data dilakukan melalui
pengamatan terhadap kegiatan pekerja di Unit Layanan Gizi
Pelayanan Kesehatan Sint Carolus selama 7 hari berturut-turut
(9-15 Juni 2005). Data dianalisis dengan menggunakan metode
Workload Indicators of Staffing Need (WISN).
Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa produktifitas atau
penggunaan waktu produktif terhadap waktu kerja dalam satu
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan
VOLUME 09 No. 02 Juni l 2006 Halaman 72 – 79
ANALISIS JUMLAH KEBUTUHAN TENAGA PEKARYA DENGAN
WORK SAMPLING DI UNIT LAYANAN GIZI PELAYANAN KESEHATAN
ANALYSIS OF THE OPTIMAL NUMBER OF SUPPORT STAFF NEEDED USING
WORK SAMPLING IN THE NUTRITIONAL SERVICES UNIT
M.Waseso Suharyono
1
,Wiku B.B Adisasmito
2
1
Bagian Pelayanan Kesehatan Sint Carolus, Jakarta
2
Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan,
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Jakarta
shift kerja adalah 43,57 % dan penggunaan waktu produktif
terhadap total waktu kegiatan dalam satu hari kerja 53,36 %.
Kegiatan langsung tenaga pekarya di layanan gizi Pelayanan
K e s e h a t a n S i n t Ca r o l u s p a d a wa k t u p a g i h a r i 2 4 , 9 3%,
sedangkan pada waktu kerja sore lebih rendah sebesar
17,94%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan waktu produktif
tenaga pekarya masih rendah. Berdasarkan penggunaan waktu
produktif dibutuhkan 8 tenaga pekarya, dan berdasarkan
metode WISN hanya dibutuhkan 7 tenaga pekarya.
Kesimpulan: Jumlah optimal kebutuhan tenaga pekarya yang
dibutuhkan di Unit Layanan Gizi Pelayanan Kesehatan Sint
Carolus sebanyak 7 orang tenaga pekarya. Hal ini menunjukkan
adanya kelebihan jumlah tenaga pekarya Unit Layanan Gizi
Pelayanan Kesehatan Sint Carolus sebanyak 6 orang.
Kata Kunci: beban kerja, work sampling
PENGANTAR
Layanan jasa Rumah Sakit (RS), merupakan
suatu layanan masyarakat yang pent ing dan
dibutuhkan dalam upaya pemenuhan tuntutan
kesehatan. Banyak unsur yang berperan dan men-
dukung berfungsinya operasional RS. Salah satu unsur
utama pendukung tersebut adalah Sumber Daya
Manusia (SDM) yang padat karya dan berkualitas
t inggi , diser tai kesadaran akan penghayatan
pengabdian kepada kepent ingan masyarakat
khususnya dalam pemenuhan kebutuhan layanan
kesehatan. Unit Layanan Gizi RS yang merupakan
salah satu unit penunjang umum, juga memerlukan
SDM yang berkualitas untuk menjamin produksi
layanan yang bermutu tinggi. Perencanaan SDM atau
menurut beberapa referensi disebutkan sebagai
manajemen personalia,
1,2
dikaitkan dengan rencana
strategis RS, sehingga kajian terhadap jumlah personil
pendukung yang diperlukan sejalan dengan arah
perencanaan pengembangan bisnis satuan kerja unit
layanan gizi. Hasil kajian akan didapatkan kuantitas,
kualitas, dan alokasi penempatan personil yang
diperlukan. Perencanaan ketenagaan tersebut juga
menganalisis job title, job description, job spesification
yang tetap dan optimal.
3
Artikel PenelitianJurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol. 09, No. 2 Juni 2006 l 73
Salah satu temuan saat melaksanakan residensi
di Unit Layanan Gizi Pelayanan Kesehatan Sint Carolus
(PKSC) tersebut pada pertengahan Desember 2004
sampai dengan akhir Januari 2005 bahwa berdasarkan
informasi data wawancara dan penelusuran dokumen,
didapatkan jumlah tenaga pelaksana di unit tersebut
dirasakan berlebih. Salah satu kategori tenaga yang
dirasakan berlebihan tersebut adalah tenaga pekarya
(15,6% dari total jumlah tenaga di unit layanan gizi).
Adapun jumlah keseluruhan tenaga penunjang umum
RS pada kategori tenaga pekarya tersebut termasuk
didalamnya sebesar 53,31% (tahun 2005). Besarnya
jumlah tenaga penunjang umum ini berdampak
langsung terhadap beban biaya personel yang
mencapai 47% dari total biaya operasional (tahun 2005).
Kondisi ini yang mendasari penelitian untuk
mengkaji jumlah optimal kebutuhan tenaga pekarya
khususnya di unit layanan gizi. Di samping itu,
manajemen PKSC belum pernah melaksanakan
kajian kebutuhan jumlah tenaga khususnya tenaga
penunjang umum berdasarkan beban kerja nyata.
BAHAN DAN CARA PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif
dengan menggunakan metode work sampling.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui jumlah opti-
mal kebutuhan tenaga pekarya yang sesuai dengan
kegiatan sesungguhnya di Unit Layanan Gizi PKSC
tahun 2005.
Penelitian dilakukan selama tujuh hari mulai 9
Juni – 15 Juni 2005. Sebagai populasi penelitian
adalah seluruh tenaga pekarya yaitu sebanyak 13
orang di Unit Layanan Gizi PKSC. Pengumpulan data
dibagi menjadi data primer yang dikumpulkan melalui
pengamatan langsung terhadap kegiatan yang
dilakukan oleh tenaga pekarya selama jam kerja dan
data sekunder yang diperoleh melalui data yang
berasal dari Unit Layanan Gizi PKSC.
Pengamatan kegiatan dilaksanakan oleh tenaga
p e n g a m a t y a n g s u d a h d i l a t i h s e b e l u m n y a .
Pencatatan hasil pengamatan yang dilakukan
selama tujuh hari kerja penuh dicatat di dalam
instrumen pengumpulan data yaitu formulir pen-
catatan kegiatan tenaga pekarya. Pengamatan dan
pencatatan dilakukan setiap lima menit selama
waktu kerja dalam satu hari terhadap seluruh tenaga
pekarya yang bekerja pada hari itu.
Setiap hari setelah pencatatan selesai, segera
dilakukan analisis data. Pertama dengan menge-
lompokkan pola kegiatan atas kegiatan langsung,
kegiatan tidak langsung, kegiatan lain produktif,
kegiatan lain tidak produktif, dan kegiatan pribadi.
Kemudian rekapitulasi data waktu kegiatan tersebut
dikelompokkan lagi pada waktu kerja pagi dan waktu
k e r j a s o r e . D a r i m a s i n g – m a s i n g d a t a y a n g
t e r k e l omp o k t e r s e b u t d i k a l i k a n l ima k a r e n a
pengamatan dilakukan setiap lima menit. Akhirnya
didapatkan data jumlah waktu dalam menit dari
masing-masing pola kegiatan tersebut di atas terbagi
dalam kelompok waktu kerja pagi dan sore. Segera
didapatkan data jumlah waktu produktif tenaga
pekarya. Selanjutnya, data waktu kerja produktif
bersama dengan data-data sekunder yang telah
disebutkan di atas dimasukkan ke dalam rumus
perhitungan jumlah tenaga dari Workload Indicators
of Staffing Need (WISN).
4
Langkah perhitungan
kebutuhan tenaga berdasarkan WISN ini meliputi 5
langkah, yaitu
5
:
1. Menetapkan waktu kerja tersedia
2. Menetapkan unit kerja dan kategori SDM yang
dihitung
3. Menyusun standar beban kerja
4. Menyusun standar kelonggaran
5. Menghitung kebutuhan tenaga perunit kerja.
Adapun rumus waktu kerja tersedia yaitu:
Waktu kerja tersedia = (A – (B+C+D+E)) X F
A = Hari kerja (6 hari kerja/minggu)
B = Cuti tahunan
C = Pendidikan dan pelatihan
D = Hari libur nasional
E = Ketidakhadiran kerja (sesuai data rata-rata
ketidakhadiran kerja selama kurun waktu satu
tahun, karena alasan sakit, tidak masuk kerja
dengan atau tanpa pemberitahuan atau izin).
F = Waktu kerja (waktu kerja dalam satu hari
adalah 7 – 8 jam)
Beban kerja masing-masing kategori SDM di
unit kerja RS meliputi:
1. Kegiatan pokok yang di laksanakan oleh
masing-masing kategori tenaga
2. Ra t a – r a t a wa k t u y a n g d i b u t u h k a n u n t u k
menyelesaikan tiap kegiatan pokok
3. Standar beban kerja per satu tahun masing-
masing kategori SDM
Dari hasil perhitungan didapatkan hasil jumlah
optimal tenaga pekarya yang dibutuhkan. Untuk
mempertajam perhitungan jumlah tenaga pekarya
tersebut, maka penelitian ini juga menghitung jumlah
optimal kebutuhan tenaga berdasarkan pendekatan
penggunaan waktu produktif tenaga pekarya terhadap
jumlah tenaga pekarya yang ada saat ini.
6,7,8
Penggabungan kedua pendekatan perhitungan di atas,
didapatkan jumlah tenaga pekarya yang optimal.M. Waseso Suharyono,Wiku B.B Adisasmito: Analisis Jumlah Kebutuhan Tenaga Pekarya
74 l Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol. 09, No. 2 Juni 2006
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. J u m l a h W a k t u S e t i a p P o l a K e g i a t a n
Tenaga Pekarya
Pengamatan terhadap penggunaan waktu pada
setiap pola kegiatan tenaga didahului dengan
mencermati karakteristik seluruh kegiatan yang
berhasil diamati dan kemudian dikelompokkan ke
dalam masing-masing pola kegiatan.
9
Banyaknya
kelompok pola kegiatan tersebut dapat bervariasi dan
d i k o m b i n a s i k a n , s e s u a i d e n g a n k e b u t u h a n
ketajaman penelitian yang diperlukan.
6
Kelompok
kegiatan yang diamati tersebut terdiri dari kegiatan
langsung, kegiatan t idak langsung, kegiatan
nonproduktif dan kegiatan pribadi.
6
Penelitian ini
mengembangkan atau menambahkan satu kelompok
kegiatan pengamatan lagi, yaitu kegiatan lain yang
produktif. Kegiatan lain yang produktif ini, mengamati
seluruh kegiatan yang dilakukan oleh tenaga pekarya
yang tidak berhubungan langsung atau berdampak
langsung terhadap proses produksi layanan, tetapi
kegiatan-kegiatan tersebut tetap bermanfaat bagi
pengembangan atau kepentingan tenaga yang
bersangkutan maupun unit satuan kerja. Penelitian
ini, tidak memasukkan penggunaan waktu kegiatan
lain yang produktif tersebut ke dalam kelompok
kegiatan produktif yang terdiri dari kegiatan langsung
dan kegiatan tidak langsung, dengan maksud untuk
mendapatkan hasil pengamatan yang lebih tajam
t e n t a n g p e n g g u n a a n w a k t u p r o d u k t i f y a n g
sesungguhnya atau yang berhubungan langsung
dengan proses produksi layanan Rowland 1980.
10, 11
Selanjutnya dengan mendapatkan besaran
waktu kerja produktif tenaga pekarya tersebut, akan
dapat menghitung jumlah kebutuhan optimal tenaga
pekarya berdasarkan rumus perhitungan WISN.
4
Dari hasil penelitian selama tujuh hari di Unit
Layanan Gizi PKSC, didapatkan jumlah waktu setiap
pola kegiatan tenaga pekarya menurut waktu tugas
seperti dalam Tabel 1.
Tabel 1. Jumlah Waktu Kegiatan Tenaga Pekarya
dalam Tujuh Hari Kerja di Unit Layanan Gizi PKSC Tahun 2005
Hari Kerja
Kegiatan Pagi Sore
f % f %
Langsung
– Menerima bahan makanan mentah
– Membersihkan bahan makanan
– Mengolah bahan makanan
350
1400
1610
2,60
10,39
11,94
105
805
980
0,99
7,65
9,30
Subtotal 3.360 24,93 1.890 17,94
Tidak Langsung
– Mendistribusikan makanan siap olah
– Membersihkan alat masak/ makan
– Membersihkan ruang kerja
– Menempel etiket menu
770
1.610
1.050
280
5,71
11,95
7,79
2,08
840
1.960
805
245
7,97
18,60
7,64
2,33
Subtotal 3.710 27,53 3.850 36,54
Kegiatan lain yang
Produktif
– Diskusi
– Pembinaan
– Membaca buku ilmiah gizi
280
1.155
245
2,07
8,57
1,82
0
140
105
0
1,33
0,99
Subtotal 1.680 12,46 245 2,32
Kegiatan lain yang tidak
Produktif
– Istirahat
– Mengobrol
– Menonton TV
1.190
1.155
245
8,83
8,57
1,82
1.085
980
665
10,30
9,30
6,31
Subtotal 2.590 19,22 2.730 25,91
Kegiatan pribadi
– makan / minum
– Sembayang / mandi
1.295
840
9,62
6,24
455
1.365
4,32
12,97
Subtotal 2.135 15,86 1.820 17,29
T O T A L 13.475 100 10.535 100
f = frekuensi, jumlah kegiatan dalam satuan menit. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol. 09, No. 2 Juni 2006 l 75
Berdasarkan Tabel 1, dapat dilihat bahwa
kegiatan langsung tenaga pekarya di Unit Layanan
Gizi PKSC, terbanyak pada waktu kerja pagi
(24,93%), waktu kerja sore lebih rendah (17,94%).
Pada waktu kerja pagi kegiatan langsung yang
dilakukan oleh tenaga pekarya mempunyai kategori
yang berkaitan langsung dengan kegiatan pokok unit
layanan gizi. Pada waktu kerja pagi, kegiatan
langsung tenaga pekarya mencakup kegiatan
menerima bahan makanan mentah, membersihkan
bahan makanan, dan mengolah bahan makanan.
Kegiatan langsung tenaga pekarya pada waktu
kerja sore hari secara umum mengalami penurunan
persentasenya dibandingkan dengan kegiatan
langsung tenaga pekarya pada waktu kerja pagi hari.
Salah satu alasan sebab penurunan tersebut karena
sebagian besar pesanan menu sore dan malam hari
sudah disiapkan oleh tenaga pekarya yang bekerja
pada waktu kerja pagi hari. Pada waktu kerja sore,
kegiatan langsung tenaga pekarya meliputi menerima
bahan makanan mentah, membersihkan bahan
makanan dan mengolah bahan makanan.
Kegiatan tidak langsung tenaga pekarya pada
waktu kerja sore persentasenya lebih tinggi daripada
waktu kerja pagi, yaitu meningkat sebesar 3,8 %.
Hal ini disebabkan karena sebagian besar kegiatan
pencucian alat masak/makan ser ta kegiatan
mendistribusikan bahan makan mentah maupun
makanan siap saji tidak dapat diselesaikan secara
keseluruhan pada waktu kerja pagi, walaupun
kegiatan pengolahan bahan makanan menjadi siap
saji dapat diselesaikan pada waktu kerja pagi.
Kegiatan lain yang porduktif dilakukan tenaga
pekarya pada waktu kerja sore hari persentasenya
jauh lebih rendah daripada waktu kerja pagi hari, yaitu
menjadi sebesar 2,33 %. Hal ini disebabkan karena
sebagian besar kategori kegiatan ini sebagian besar
dialokasikan pada waktu kerja pagi hari berhubung
tenaga pembimbing atau pembina lebih banyak
bekerja pada waktu kerja pagi hari.
Kegiatan lain yang tidak produktif tenaga pekarya
pada waktu kerja sore hari ternyata meningkat
persentasenya sebesar 5,40% dari kegiatan yang
sama pada waktu kerja pagi hari. Hal ini disebabkan,
setelah tenaga pekarya dapat menyelesaikan
kegiatan sisa pencucian alat masak atau makan,
serta distribusi bahan makan siap saji, maka mereka
memilki banyak waktu luang sampai jam pulang
kerja.
Bila digambarkan dalam diagram maka kegiatan
tenaga pekarya pada pagi hari dan sore hari selama
tujuh hari kerja dapat dilihat pada Diagram 1 dan 2.
Diagram 2. Kegiatan Sore Hari Tenaga Pekarya dalam Tujuh Hari Kerja
di Unit Layanan Gizi PKSC, Tahun 2005
Diagram 1. Kegiatan Pagi Hari Tenaga Pekarya dalam Tujuh Hari Kerja
di Unit Layanan Gizi PKSC, Tahun 2005
3360 3710
1680 2590 2135
0
500
1000
1500
2000
2500
3000
3500
4000
Jumlah (menit)
Kegiatan
Langsung
Kegiatan Tidak
Langsung
Kegiatan Lain
Produktif
Kegiatan Lain
Tidak Produktif
Kegiatan Pribadi
1890
3850
245
2730
1820
0
500
1000
1500
2000
2500
3000
3500
4000
Jumlah (menit)
Kegiatan
Langsung
Kegiatan Tidak
Langsung
Kegiatan Lain
Produktif
Kegiatan Lain
Tidak Produktif
Kegiatan PribadiM. Waseso Suharyono,Wiku B.B Adisasmito: Analisis Jumlah Kebutuhan Tenaga Pekarya
76 l Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol. 09, No. 2 Juni 2006
Pada waktu kerja pagi terdiri dari kegiatan
langsung 24,93%, kegiatan tidak langsung 27,53%,
kegiatan lain produktif 12,46%, kegiatan lain tidak
produktif 19,22%, dan kegiatan pribadi 15,86%.
Pada waktu kerja sore hari, kegiatan langsung
17,94%, kegiatan tidak langsung 36,54%, kegiatan
lain produktif 2,32%, kegiatan lain tidak produktif
25,91%, dan kegiatan pribadi 17,29%.
2. Penggunaan Waktu Produktif
Penggunaan waktu produktif tenaga pekarya
pada waktu kerja pagi dan sore sebesar 1.830 menit
atau 53,36% dari jumlah keseluruhan waktu kegiatan
dalam satu hari kerja, seperti disajikan dalam Dia-
gram 3.
Penggunaan waktu produktif/kerja produktif
tenaga pekarya dalam satu shift kerja terhadap
waktu kerja tersedia sebesar 43,57%, seperti
disajikan pada Diagram 4.
satu komponen yang harus dihitung lebih dahulu
adalah besarnya penggunaan waktu produktif
tenaga yang bersangkutan.
4
Waktu produktif
dipakai untuk menghitung besarnya standar
beban kerja yaitu dengan membagi waktu kerja
tersedia dengan rata-rata waktu produktif yang
diperlukan untuk menyelesaikan satu satuan
produk layanan. Selanjutnya untuk menghitung
jumlah tenaga yang dibutuhkan adalah dengan
mengukur waktu kerja produktif yang harus
dilaksanakan
12
, kemudian dengan mentransfer
atau memproyeksikan beban waktu kerja
produktif tersebut kepada jumlah tenaga yang
n y a t a / t e r k i n i , d i d a p a t k a n j uml a h o p t ima l
kebutuhan tenaga.
6
Produktivitas tenaga kerja tidak mungkin
mencapai 100%, karena adanya faktor kelelahan
dan kejenuhan dari tenaga kerja tersebut sebesar
15%, sehingga produktivitasnya hanya 85%,
12
sedangkan menurut International Labour Orga-
Diagram 4. Penggunaan Waktu Produktif terhadap Waktu Kerja Tersedia Per Tenaga Pekarya
dalam Satu Shift Kerja di Unit Layanan Gizi PKSC, Tahun 2005
Diagram 3. Penggunaan Waktu Produktif terhadap Total Waktu Kegiatan Tenaga Pekarya
dalam Satu Hari Kerja di Unit Layanan Gizi PKSC, Tahun 2005
3. Perhitungan Jumlah Kebutuhan Tenaga
Pekarya
a. Perhitungan jumlah kebutuhan tenaga pekarya
berdasarkan pengamatan terhadap pengguna-
an waktu produktif.
Untuk dapat menghitung jumlah tenaga yang
dibutuhkan dalam suatu unit kerja, maka salah
nization (ILO)
13
faktor minimal kelonggaran
tenaga kerja yang mencakup keletihan dan
kejenuhan, untuk pria mencapai 9% sedangkan
untuk wanita 11%. Tenaga kerja dianggap
produktif bila mampu menyelesaikan 80% dari
beban tugasnya.
6
1830
1600
1400
1500
1600
1700
1800
1900
Jumlah (menit)
53,36 % Waktu
Produktif
46,64 % Waktu
Kegiatan Lain
183 160
77
0
50
100
150
200
Jumlah (menit)
43,57 % Waktu
Produktif
38,09 % Waktu
Kegiatan Lain
18,34 % Sisa
Waktu Tidak
TerpakaiJurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol. 09, No. 2 Juni 2006 l 77
Penggunaan waktu produktif tenaga pekarya
terhadap seluruh jumlah waktu kegiatan yang
telah dilakukan dalam satu hari kerja adalah
sebesar 53,36%. Kenyataan tenaga pekarya
yang sekarang berjumlah 13 orang, sehingga
berdasarkan konsep Hellwig
12
dibutuhkan tenaga
pekarya sebanyak 8,1 orang. Berdasarkan
konsep ILO13
dibutuhkan tenaga pekarya
sebanyak 7,7 orang, sedangkan berdasarkan
konsep Ilyas
6
dibutuhkan tenaga pekarya
sebanyak 8,6 orang. Rata-rata kebutuhan
tenaga pekarya berdasarkan penggunaan waktu
produktif terhadap total waktu kegiatan pekarya
adalah sebanyak 8,1 orang.
Penggunaan waktu produktif bekerja per
satu tenaga pekarya terhadap waktu kerja
tersedia per satu shift kerja dalam satu hari
kerja adalah sebesar 43,57 %. Waktu kerja
produktif satu orang tenaga pekarya per satu
shift atau satu hari kerja sebesar 1.830 menit
dibagi 10 orang tenaga pekarya yang diamati
setiap hari pengamatan, yaitu sebesar 183
meni t . Waktu ker ja tersedia bagi tenaga
pekarya dalam satu hari kerja adalah sebesar
7 jam atau 420 menit, sehingga rata-rata peng-
gunaan waktu kerja produktif per hari adalah
sebesar 43,57 %. Pola kegiatan waktu produktif
tenaga pekarya hasil penelitian ini dapat
dikatakan masih rendah.
6,12,13
Rendahnya tingkat produktivitas tenaga
pekarya ini dapat juga dikatakan masih lebih
rendah bila dibandingkan dengan hasil penelitian
Gempari
11
di RS Islam Jakarta dengan metode
penelitian yang sama, didapatkan hasil waktu
kegiatan produktif perawat sebesar 60,1%
(kegiatan langsung ditambah kegiatan tidak
langsung), kegiatan lain yang produktif 3,9%,
kegiatan lain yang tidak produktif 29% dan
kegiatan pribadi 7%.
Berdasarkan konsep Hellwig
12
proyeksi
besaran penggunaan waktu produktif sebesar
43,57% terhadap jumlah tenaga pekarya yang ada
sekarang, jumlah optimal kebutuhan tenaga
tersebut hanya sebanyak 6,7 orang. Menurut ILO13
jumlah optimal tenaga yang dibutuhkan hanya 6,2
orang dan berdasarkan konsep Ilyas
6
hanya
dibutuhkan 7,1 orang, sehingga rata-rata jumlah
kebutuhan optimal tenaga pekarya berdasarkan
kedua pendekatan besaran penggunaan waktu
produktif di atas sebanyak 7,4 atau 8 orang.
Penelitian ini menggunakan teknik work
sampling, yaitu kajian terhadap pola kegiatan
tenaga yang diamati dan dicatat secara random
atau acak. Penelitian ini menggunakan teknik
yang sama dengan beberapa penelitian yang telah
dilakukan sebelumnya
10,11,14
Ketiga penelitian
tersebut juga mengukur waktu kerja produktif dari
tenaga yang diamati. Yang membedakan dengan
penelitian ini adalah dalam penggunaan rumus
perhitungan jumlah kebutuhan tenaga. Ketiga
penelitian tersebut menggunakan rumus menurut
Gillies (1989), rumus Nina (1990), dan rumus
Lokakarya Depkes RI (1989). Ketiga rumus ter-
sebut dirancang khusus untuk menghitung
kebutuhan tenaga paramedis dan medis, tetapi
lebih sering untuk pengukuran kebutuhan tenaga
perawat, karena pengukuran beban kerja
berdasarkan asuhan keperawatan yang mereka
lakukan lebih jelas batasannya berdasarkan
standar operasi prosedur, sehingga hasil peng-
ukurannya lebih mudah dilakukan, sedangkan
penelitian ini yang menggunakan rumus WISN
menurut Shipp
4
harus mengukur volume beban
kerja dan standar beban kerja tenaga penunjang
di luar tenaga medis atau paramedis, yaitu dalam
hal ini tenaga pekarya.
Penelitian lain yang pernah dilakukan dan
mempunyai kemiripan dengan penelitian ini
dalam hal konsep dasar perhitungan beban kerja
tenaga yang diamati adalah penelitian menurut
Persi.
15
Perbedaannya adalah bahwa penelitian
Persi
15
tersebut menggunakan tehnik time study,
karena mengamati kegiatan tenaga analis yang
mempunyai siklus kerja yang pendek dan
berulang-ulang, sehingga lebih tepat dalam
pengamatan waktu kerja tenaga dalam satu
garis pendek proses produksi layanan secara
individual. Penelitian Persi
15
tersebut lebih
menggambarkan pengamatan pada tenaga
secara individual bukan secara berkelompok
seperti pada penelitian dengan work sampling,
sehingga salah satu keunggulan teknik work
s a m p l i n g a d a l a h k e m a m p u a n u n t u k
mendapatkan informasi atau gambaran umum
pola kegiatan yang ada secara cepat dan
dengan biaya yang relatif lebih hemat.
Dengan mengetahui besaran penggunaan
waktu produktif tenaga pekarya dapat disusun/
d i t e t a p k a n j uml a h t e n a g a p e k a r y a y a n g
sesungguhnya yang dibutuhkan
6, 7,16,17
di Unit
Layanan Gizi PKSC dalam rangka upaya
peningkatan efisiensi dan efektivitas pengguna-
an SDM, khususnya tenaga pekarya, seperti
dijelaskan pada Tabel 2.
Berdasarkan pendekatan penggunaan
waktu produktif tenaga pekarya dalam melak-
sanakan atau menyelesaikan beban kerjanya,
dibutuhkan delapan orang.M. Waseso Suharyono,Wiku B.B Adisasmito: Analisis Jumlah Kebutuhan Tenaga Pekarya
78 l Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol. 09, No. 2 Juni 2006
b. Perhitungan jumlah kebutuhan tenaga pekarya
berdasarkan indikator beban kerja (Metode
WISN).
Perhitungan jumlah kebutuhan tenaga ber-
dasarkan rumus WISN, sesuai dengan tahap-
an langkahnya adalah:
1. Waktu kerja tersedia dalam satu tahun bagi
tenaga pekarya adalah sebesar 1.820
menit/tahun.
2. Subunit kerja tenaga pekarya adalah unit
layanan gizi PKSC
3. Standar beban kerja dalam satu tahun
didapatkan sebesar 91.000 porsi makanan/
tahun
4. Gambaran kelonggaran tenaga pekarya
dalam satu tahun didapatkan 0,074
5. Jumlah tenaga yang dibutuhkan adalah
t o t a l kuant i tas produk layanan yai tu
489.203 porsi makanan dalam satu tahun,
dibagi dengan 91.000 porsi makanan
pertahun, ditambah dengan 0,074, dan
didapatkan hasil sebesar 6
Berdasarkan perhitungan rumus WISN,
dibutuhkan jumlah optimal tenaga pekarya
s e b e s a r 6 o r a n g . B e r d a s a r k a n k e d u a
pendekatan perhitungan yang sudah dijelaskan
di atas, jumlah optimal kebutuhan tenaga
pekarya adalah sebesar 7 orang.
Saat ini jumlah tenaga pekarya yang
bertugas di Unit Layanan Gizi PKSC berjumlah
13 orang, sehingga perlu diupayakan lebih lanjut
mengenai pemindahan dan penempatan
kelebihan tenaga pekarya tersebut. Inefisiensi
atau pemborosan penggunaan tenaga pekarya
di unit layanan gizi tersebut, akan sangat terasa
k r u s i a l b i l a d i k a i t k a n d e n g a n r e a l i s a s i
komponen biaya personel di unit layanan gizi
tersebut untuk kurun waktu April 2004 sampai
dengan Maret 2005 yaitu sebesar 47% dari to-
tal biaya untuk kurun waktu yang sama. Tenaga
pekarya di unit layanan gizi tersebut mempuyai
proporsi sebesar 16% dari total tenaga di unit
yang sama, hal ini dapat diargumentasikan
bahwa tenaga pekarya di unit gizi tersebut
berkontribusi sebesar 16% terhadap total biaya
personel di unit yang sama pada kurun waktu
yang sama. Dengan menggunakan jumlah op-
timal tenaga pekarya di unit layanan gizi sesuai
hasil penelitian yaitu sebesar tujuh orang, maka
dapat diargumentasikan bahwa manajemen
akan melakukan penghematan atau efisiensi
biaya sebesar 8%, dalam hal ini, argumentasi
tersebut didasarkan hanya pada analisis biaya
personel saja, di Unit Layanan Gizi PKSC.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Kegiatan langsung tenaga pekarya di Unit
Layanan Gizi Pelayanan Kesehatan Sint Carolus
pada waktu pagi hari 24,93%, sedangkan pada waktu
k e r j a s o r e l e b i h r e n d a h s e b e s a r 1 7 , 9 4 % .
Produktivitas atau penggunaan waktu produktif
terhadap waktu kerja dalam satu shift kerja adalah
43,57% dan penggunaan waktu produktif terhadap
total waktu kegiatan dalam satu hari kerja 53,36%.
Jumlah optimal kebutuhan tenaga pekarya
berdasarkan pendekatan perhitungan penggunaan
waktu kerja produktif dan berdasarkan perhitungan
rumus WISN adalah sebanyak tujuh orang tenaga
pekarya.
Tabel 2. Kebutuhan Jumlah Tenaga Pekarya Berdasarkan Penggunaan Waktu Produktif
di Unit Layanan Gizi PKSC, Tahun 2005
Penggunaan Jumlah Kebutuhan Tenaga
waktu produktif
terhadap total
waktu kegiatan
Jumlah
tenaga
saat
ini
Hellwig
12
I L O
13
Ilyas
6 Rata-rata
53,36 % 8,1 7,7 8,6 8,1
Penggunaan
waktu produktif
terhadap waktu
kerja tersedia
Hellwig I L O Ilyas
43,57 %
13
6,7 6,2 7,1 6,7
Rata-Rata Jumlah Kebutuhan Tenaga Pekarya 7,4 atau 8 Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol. 09, No. 2 Juni 2006 l 79
Saran
Hasil penelitian dengan metode work sampling,
sebaiknya dilakukan ulang secara berkala dan
dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan
gambaran sesungguhnya terhadap pola penggunaan
waktu kegiatan/kerja tenaga yang diamati dan
m e n e l i t i f a k t o r – f a k t o r p e n y e b a b r e n d a h n y a
produktivitas tenaga pekarya. Untuk mengurangi bias
dari hasil pengamatan kegiatan, waktu penelitian
sebaiknya dilakukan lebih dari tujuh hari. Karena
mungkin saja ada kegiatan yang tidak terpantau dan
tercatat.
Dengan didapatkannya hasil perhitungan
jumlah tenaga pekarya sebanyak tujuh orang,
sebaiknya dapat dijadikan bahan pertimbangan
manajemen RS untuk segera mengambil kebijakan
yang sesuai.
KEPUSTAKAAN
1. Dessler, G. Manajemen Personalia. Ed. 3.
Penerbit Erlangga. 1984; 3: 697.
2. Handoko, H. Manajemen Personalia Dan
Sumber Daya Manusia. BPFE, Yogyakarta.
1996; 2: 258.
3. Aditama, T.Y. Manajemen Administrasi RS.
Ed.2. Universitas Indonesia. Jakarta. 2002: 371.
4. Shipp, P.J. Workload Indicators of Staffing Need
(WISN). Manual for Implementation. Initiatives.
Inc, Boston USA. 1998; 1: 165.
5. Departemen Kesehatan RI. Statistik RS di In-
donesia: Ketenagaan. 2004.
6. Ilyas, Y. Perencanaan Sumber Daya Manusia
Rumah Sakit. Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan
FKM UI. Depok. 2000; 1: 163.
7. Martoyo, S. Manajemen Sumber Daya Manusia.
BPPE, Yogyakarta. 2000; 4: 298.
8. Sinungan, M. Produktivitas Dan Bagaimana.
Bumi Aksara, Jakarta. 2003; 5: 154.
9. Barnes, R.M. Motion and Time Study Design
and Measurement of Work. John Wiley &
Sons,Inc. 1980; 7: 659.
10. A c hma d , K . A n a l i s i s J uml a h K e b u t u h a n
Tenaga Keperawatan di Puskesmas dengan
Tempat Tidur Perawatan Dinas Kesehatan
K a b u p a t e n D a e r a h Ti n g k a t I I B a n d u n g .
Tesis.1998: 89.
11. G e m p a r i , R . A n a l i s i s P o l a Wa k t u K e r j a
Produktif Pada Unit Rawat Inap RS Islam
Jakarta.Tesis. 1993: 89.
12. H e l l w i g , K . S e p u l u h L a n g k a h M e n u j u
Pengukuran Hari Kerja Yang Berhasil Dalam
M e n g e l o l a Wa k t u . A . D a l e Ti m p e – P T
Elekkomputindo. Jakarta. 1991; 380.
13. Internat ional Labour Organizat ion ( ILO) .
Penelitian Kerja dan Produktifitas. Erlangga,
Jakarta. 1986; 2: 54.
14. S a r i a s i h , A . A n a l i s i s J uml a h K e b u t u h a n
Tenaga Keperawatan di Instalasi Rawat Inap
RS kanker Dharmais. Jakarta. Tesis. 1996.
15. Persi, Faadly. Analisis Kebutuhan Tenaga
Anal is Berdasarkan Beban Ker ja di Uni t
Laboratorium Klinik RS Santo Borromeus
Bandung. Tesis. 2000.
16. Niebel, B.W. Motion And Time Study. Ed. 7.
Richard D. Irwin Inc, Homewood, Illinois. 1982:
756.
17. Ravianto, J. Produktifitas Dan Manusia Indone-
sia. Ed. 1. Sarana Informasi Usaha dan
Produktifitas, Jakarta. 1985; 150.

sumber :

http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/pdf/jurnal/analisis%20tenaga.pdf

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s